Kerentanan sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin
(systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri
komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran
informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering
dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana
suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
Kerentanan
adalah kondisi-kondisi yang ditentukan oleh faktor fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan
atau proses-proses, yang meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap dampak
Jika
membicarakan tentang kerentanan pasti berhubungan dengan ancaman. Karena ada
kerentanan maka pasti akan ada ancaman-ancaman dalam sistem. Ada dua pendekatan
dasar yang dipakai untuk meneliti kerentanan dan ancaman-ancaman sistem
informasi:
- Pendekatan kwantitatif untuk penaksiran risiko
2. Pendekatan kwalitatif
Di
dalam pendekatan kwantitatif untuk penaksiran risiko, setiap kemungkinan
kerugian dihitung sesuai hasil biayakerugian perorangan dikalikan dengan
kemungkinan munculnya. Terdapat beberapa kesulitan di dalammenerapkan
pendekatan kwantitatif untuk menaksir kerugian.
- Kesulitan mengidentifikasi biaya relevan per kerugian
dan kemungkinan-kemungkinan yang terkait.
2. Kesulitan menaksir kemungkinan dari suatu kegagalan yang memerlukan peramalan masa depan.
Pendekatan
kwalitatif untuk penaksiran risiko dilakukan dengan mengurutkan kerentanan dan
ancaman sistim,dan menyusun secara subyektif menurut sumbangan mereka terhadap
kemungkinan total kerugianperusahaan. Terlepas metoda yang digunakan, setiap
analisa harus mencakup kemungkinan kerugian untukmasalah berikut ini:
- gangguan bisnis
2. kehilangan perangkat lunak
3. kehilangan data
4. kehilangan perangkat keras
5. kehilangan fasilitas-fasilitas
6. kehilangan layanan dan pegawai.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar