Jumat, 18 Desember 2015

3.3 Jelaskan Hambatan Pasif dan Contohnya



 Kerentanan dan ancaman dalam suatu sistem tidak dapat dipisahkan. Hambatan pasif adalah hambatan yang disebabkan secara tidak sengaja.

            Contoh ancaman pasif adalah sistem yang bermasalah, seperti karena bencana alam. Sistem bermasalah juga karena kegagalan-kegagalan peralatan dan komponen. Berbeda dengan hambatan aktif yang secara sengaja menghambat sistem, hambatan pasif diakibatkan oleh ketidaksengajaan. Hambatan pasif mencakupi sistem, termasuk gangguan alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, dan badai. Kesalahan sistem yang mewakili kegagalan peralatan komponen seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga, dan sebagainya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada hambatan pasif yaitu pada perangkat keras dapat dilakukan dengan cara full backup data.

sumber
http://born-infinite.blogspot.com/2012/11/hambatan-pasif-dan-contohnya.html
https://yogaaditri.wordpress.com/2015/12/11/3-3-jelaskan-hambatan-pasif-dan-contohnya/

3.2 Hambatan Aktif dan Contohnya



Hambatan aktif oleh sistem adalah hambatan yang langsung diterima sistem dari penghambatnya.Ada beberapa metode yang dapat dipakai oleh orang untuk melakukan penggelapan computer. Berikut metode-metode yang dilakukan :
1.      Manipulasi Masukan.
            Dalam sebagian besar kasus penggelapan computer, manipulasi masukan merupakan salah satu metode yang digunakan. Metode ini hanya membutuhkan sedikit kemampuan teknis saja. Orang yang menggangu masukan computer bisa saja sama sekali tidak tahu bagaimana computer beroperasi.
2.      Gangguan Program.
            Gangguan program barangkali merupakan metode yang paling sedikit digunakan dalam penggelapan computer. Ini karena untuk melakukannya dibutuhkan kemampuan pemrograman yang hanya dipunyai oleh sedikit orang saja. Juga, di banyak perusahaan besar terdapat metode pengujian program yang dapat digunakan untuk mendeteksi program yang diganggu.
3.      Gangguan berkas secara langsung.
            Dalam beberapa kasus, ada orang-orang yang melakukan potong jalur terhadap proses normal untuk pemasukan data ke program-program computer. Jika ini terjadi, maka akibatnya sangat merusak.
4.      Pencurian data.
            Pencurian data terhadap data-data penting merupakan masalah serius dalam bisnis sekarang ini. Dalam banyak indurstri yang sangat kompetitif, telah terjadi pencurian informasi kuantitatif maupun kualitatif mengenai pesaing. Sejumlah informasi ditransmisikan antar perusahaan melalui jaringan public, kabel jarak jauh, dan hubungan satelit. Informasi ini peka terhadap pencurian dalam perpindahannya. Informasi dapat diintersep atau dicuri. Dapat juga terjadi pencurian terhadap pita magnetic, disk yang mudah dipindahkan, atau disket yang dapat disembunyikan di dalam kantong atau tas dan dibawa keluar dari perusahaan. Beberapa barang seperti laporan pemeriksaan dapat dicuri dari perusahaan secara mudah.
5.      Sabotase.
            Sabotase computer menciptakan bahaya serius terhadap instalasi computer. Pengrusakan terhadap computer atau perangkat lunak dapat mengakibatkan kebangkrutan perusahaan. Dalam beberapa kasus, para pengganggu dapat memanfaatkan sabotase untuk menutupi penggelapan yang ia lakukan. Sebagai contoh, seseorang dapat mencuri berkas master dan kemudian ia menutupi ia perbuatannya dengan menyabotase disk computer atau media lain.Banyak cara yang mengakibatkan kerusakan serius pada instalasi computer. Magnet dapat digunakan untuk mengahapus pita-pita magnetic dan disk-disk magnetic dengan cara menempatkan magnet (magnet biasa sudah cukup) di dekat media. Pita tidak perlu dipindahkan dari tempatnya. Sinar radar dapat memiliki dampak yang serupa jika ditempatkan di dekat media magnetic.

Sumber :
https://dewiuwie.wordpress.com/2013/11/22/3-2-hambatan-aktif-dan-contohnya/

3.1 Kerentanan Dalam Sistem



Kerentanan sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

            Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

            Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
Kerentanan adalah kondisi-kondisi yang ditentukan oleh faktor fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan atau proses-proses, yang meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap dampak

            Jika membicarakan tentang kerentanan pasti berhubungan dengan ancaman. Karena ada kerentanan maka pasti akan ada ancaman-ancaman dalam sistem. Ada dua pendekatan dasar yang dipakai untuk meneliti kerentanan dan ancaman-ancaman sistem informasi:
  1. Pendekatan kwantitatif untuk penaksiran risiko
    2. Pendekatan kwalitatif
            Di dalam pendekatan kwantitatif untuk penaksiran risiko, setiap kemungkinan kerugian dihitung sesuai hasil biayakerugian perorangan dikalikan dengan kemungkinan munculnya. Terdapat beberapa kesulitan di dalammenerapkan pendekatan kwantitatif untuk menaksir kerugian.
  1. Kesulitan mengidentifikasi biaya relevan per kerugian dan kemungkinan-kemungkinan yang terkait.
    2. Kesulitan menaksir kemungkinan dari suatu kegagalan yang memerlukan peramalan masa depan.
            Pendekatan kwalitatif untuk penaksiran risiko dilakukan dengan mengurutkan kerentanan dan ancaman sistim,dan menyusun secara subyektif menurut sumbangan mereka terhadap kemungkinan total kerugianperusahaan. Terlepas metoda yang digunakan, setiap analisa harus mencakup kemungkinan kerugian untukmasalah berikut ini:
  1. gangguan bisnis
    2. kehilangan perangkat lunak
    3. kehilangan data
    4. kehilangan perangkat keras
    5. kehilangan fasilitas-fasilitas
    6. kehilangan layanan dan pegawai.



Sumber :